Dua Hati – Part II

Hari ini membosankan sekali. Pelajaran banyak yang kosong, teman-temanku banyak yang izin karena ada perlombaan. “Hhhh” Aku mendesah dengan sumpeknya. “Hei kenapa kau ini? Pagi-pagi sudah muram begitu” Kata seseorang yang sedang menghampiriku. Ternyata dia Budi, ketua kelasku. “Aku hanya bosan. Tidak ada sesuatu yang menarik” Jawabku padanya. “Aku keluar sebentar.” Jawabku lagi sambil melangkahkan kakiku keluar kelas. Mungkin aku akan ke kantin sebentar. Siapa tahu ada sesuatu yang menarik disana.

Setibanya dikantin, ternyata tidak ada apa-apa. Tentu saja karena sekarang masih jam pelajaran. Setelah membeli minuman kaleng dan berbicara dengan ibu kantin sebentar aku pergi kembali ke kelas. Namun kali ini aku mengambil rute memutar saking bosannya. Tanpa sadar aku sudah berada dilorong belakang sekolah yang kemarin sore kulalui. Disini adalah tempat dimana aku bertemu gadis itu. Kalau dipikir-pikir lagi aku tidak pernah melihat gadis itu. Apakah dia kakak kelas?

Lorong itu sepi karena letaknya dibelakang sekolah. Tidak ada satupun kelas yang ada dilorong ini. Bagian kanan lorong adalah lapangan basket dan bagian kiri hanya tembok biasa. Kalau dipikir-pikir kenapa dia lewat sini? Padahal tidak ada satu kelaspun disini dan kalau menuju arah itu akan ke kantin. Hmm entahlah.

Setibanya ditengah lorong aku merasakan sesuatu. Bau ini. Aroma permen cokelat! Aku menoleh kebelakang tetapi tidak ada siap-siapa. Aku melihat ke arah lapangan tetapi hanya ada beberapa siswa yang sedang membereskan bola basket. Lalu darimana bau ini? Aku bingung. Sejenak aku diam disitu. Tiba-tiba bulu kudukku berdiri. Ah sudahlah mungkin hanya perasaanku saja. Sebaiknya aku segera kembali ke kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *