Dua Hati – Part III

TENG TENG TENG. Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Sebenarnya  aku tidak memiliki kegiatan apapun sepulang sekolah, namun aku memutuskan untuk mampir ke sekre musik. Ohya aku adalah anggota dari klub musik disekolahku. Tidak seperti kebanyakan klub musik SMA yang notabene band, klub musik di SMA ini adalah musik akustik. Jadi kami hanya memainkan lagu-lagu akustik saja. Kebetulan aku menguasai gitar jadi aku mendaftar saja diklub ini untuk mengisi kegiatan. Hari ini tidak ada jadwal latihan, tapi entah kenapa aku malas untuk pulang. Yasudah aku mampir saja ke sekre musik.

Setibanya di sekre musik, aku melihat pintu sekre sudah terbuka, tetapi anehnya begitu aku masuk tidak ada orang didalam. Ah siapa sih yang tidak mengunci pintu. Batinku. Aku masuk ke sekre dan memastikan tidak ada barang yang hilang, hanya berjaga-jaga. Setelah dipastikan aman, aku merebahkan badanku dikarepet. Enak sekali rasanya, dingin, sepi, enak untuk tidur siang. Entah kenapa mataku menjadi berat dan sepertinya aku tertidur.

Tiba-tiba aku mendengar suara keras seperti benda yang dipukulkan ke dinding. DUAK! Aku kaget dan terbangun. Hari sudah gelap. Apakah aku tertidur sampai malam? Apa gerangan suara tadi? Karena penasaran aku segera keluar sekre dan menuju sumber suara untuk melihat ada apa sebenarnya. Siapa tahu ada orang yang terjatuh.

Kalau tidak salah suara itu berasal dari belakang tembok sekre musik. Aku segera berlari menuju belakang sekre musik. Tanpa aku sadari aku berada dilorong tadi. Benar juga, dibalik tembok itu adalah sekre musik. Lalu apa gerangan suara tadi? Aku mencoba untuk menyusuri lorong tersebut. Entah kenapa lorong ini terlihat lebih gelap dari seharusnya dan entah kenapa udaranya tiba-tiba dingin. Begitu aku sampai ditengah lorong aku berhenti. Aku merasakan ada seseorang dibelakangku. Aku ingin sekali menoleh tapi tidak berani. Bggaimana kalau ada setan dibelakangku? Bagaimana kalau penyebab suara tadi adalah setan ini seperti difilm-film? Aku berdiri seprti patung sampai tiba-tiba ada suara dari belakangku.

“Sedang apa kau?” Aku terkejut dan langsung menoleh. Begitu kagetnya aku waktu melihat sesosok wanita dengan rambut panjang berada dibelakangku. “Waaah!” Teriakku. “Hei apa-apaan kau ini!? Kau pikir aku setan?” Jawab wanita itu dengan agak kesal. Setelah lumayan tenang aku mencoba melihat wanita itu sekali lagi. Ternyata dia adalah wanita yang waktu itu. Wanita yang aku temui dikoridor ini. “Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya wanita itu kepadaku. “Umm aku err…” Jawabku terbata-bata karena masih sedikit syok.

“Ah sudahlah, ayo ikut aku. Gerbang mau dikunci.” Kata wanita itu sambil menarik tanganku. Tiba-tiba ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang tidak dapat aku deskripsikan. Tepat ketika dia menyentuh tanganku, ada perasaan yang aneh. Lalu tiba-tiba aku terbangun. Berkeringat dan kebingungan. Aku terbangun disekre musik. Sinar matahari sore masuk melalui jendela. Dengan nafas terengah-engah dan keringat bercucuran aku duduk diatas karpet sambil mencoba memahami situasi. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku bingung. Aku meraih hpku dan melihat jam. Ternyata ini masih jam 4 sore. Lalu apa yang tadi aku alami? Apakah itu mimpi? Jika iya mengapa terasa sangat nyata? Dengan masih kebingungan aku pulang kerumah. Rasanya lelah sekali, aku ingin tidur. Entah kenapa aku selelah ini, padahal aku baru bangun tidur. Aku tidak tahu kalau kejadian itu adalah permulaan dari sesuatu yang luar biasa. Tapi itu cerita untuk lain kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *