Writing Challenge #1 – Botol Air

Drap drap drap – Suara langkah kaki terdengar di kejauhan. Tumben sekali lapangan ini ramai saat sore hari. Aku duduk dipinggir jalur lari sembari meluruskan kakiku yang pegal karena terlalu banyak berlari. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin di pipiku. Aku kaget dan menoleh kekiri sambil sedikit melompat.

“Hahaha, aku mengagetkanmu ya? Maaf maaf” Ternyata Anton yang menempelkan minuman dingin ke pipiku. Dia memegangi belakang kepalanya sambil menyeringai puas karena aku kaget. Dia lantas melempar botol minuman dingin itu kepadaku lalu ikut duduk disampingku.

“Terimaksih” Ucapku sambil tersenyum. Kebetulan aku sangat haus sehabis berlari. Oiya, Anton adalah rekanku dalam klub lari. Kami biasa berlatih bersama di lapangan ini, dan seperti biasa kami selalu duduk dipinggir lapangan setelah latihan.

“Rita” Anton menoleh kearahku.

“Ya? Kenapa mukamu tiba-tiba serius seperti itu?” Dengan agak heran aku bertanya kepadanya.

“Tenang saja, pasti kamu akan menang dalam lomba musim ini” Ucapnya sambil tersenyum kepadaku. Seakan dia mengetahui apa yang aku pikirkan. Benar kalau aku sedang gelisah karena sebentar lagi lomba lari musim semi dibuka. Kurasa kegelisahan itu terlihat jelas dimukaku ya?

“Terimakasih ton” Jawabku sambil membalas senyumnya. Entah kenapa wajah Anton sore itu sungguh bersinar. Senyumnya terasa hangat. Mungkinkah karena sinar matahari terbenam yang mengenai mukanya? Bukan, kurasa ada sesuatu yang lain. Apapun itu, senyumnya menenangkan hatiku.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *